Unggulan

Keindahan Bokeh bersama Fajar Kristiono

Bokeh adalah salah satu topik paling populer dalam fotografi. Baik itu online, di majalah, atau di YouTube, para profesional dan penggemar telah saling berbagi pengetahuan tentang subjek tersebut, bahkan mungkin sejak foto pertama diambil.

by Fajar Kristiono

Article Categories

Select User
Body Category
Lens Category
E-Img-OOFM-bokeh_theme-en_SG-2020-03-M03-beautybokeh

Tapi apakah bokeh itu?

Diucapkan “bo-kay”, kata ini pertama kali digunakan di dunia fotografi dalam majalah Photo Techniques edisi 1997. Kata tersebut diambil dari bahasa Jepang yang secara harfiah berarti “blur” atau “tidak fokus”.

Secara teknis, itu adalah bagian gambar yang tidak fokus atau “blur”, yang dihasilkan oleh lensa kamera – bukan blur itu sendiri, atau tingkat blur pada latar depan atau latar belakang gambar.

Keindahan bokeh adalah caranya dapat menarik perhatian penonton ke arah subjek.

Alpha 7R III | FE 85mm F1.4 GM | 85mm | 1/8000sec | F1.4 | ISO 500

Seorang gadis dalam hutan bak negeri dongeng, sepotong kue yang tampak menonjol di atas meja yang penuh permen, atau kucing bermata lebar yang menatap Anda dari nyamannya pangkuan.

Bokeh yang bagus tentu menarik dipandang. Subjek yang tajam dikontraskan dengan latar belakang yang lembut dan tidak fokus akan menghasilkan ketajaman gambar dengan menciptakan lapisan-lapisan. Blur pada latar belakang akan tampak halus dan “lembut” dengan lingkaran cahaya yang halus dan tanpa tepi yang kasar. Bokeh sangat tepat untuk memperkuat suasana gambar, menciptakan estetika tersendiri menggunakan warna atau kilatan cahaya pada latar belakang, atau untuk “menyamarkan” latar belakang yang kurang sedap dipandang atau penuh sesak.

Jadi, mengapa bokeh begitu penting?

Alpha 7R III | FE 85mm F1.4 GM | 85mm | 1/200sec | F1.4 | ISO 160

Cara paling mudah untuk memahami nilai estetis bokeh adalah dengan membayangkan cara mata manusia melihat sesuatu secara alami: dalam tiga dimensi panjang, lebar, dan tinggi. Untuk melihat sesuatu dalam bentuk tiga dimensi, mata manusia membandingkan latar depan dengan latar belakang subjek, atau benda yang ada di depan atau di belakang subjek.

Tanpa bokeh, suatu gambar akan menjadi datar atau 2 dimensi. Dengan sedikit atau bahkan tidak adanya pemisahan antara latar depan dengan latar belakang, dan kurangnya “lapisan” dapat menjadikan suatu gambar tidak menarik atau membosankan.

Lalu bagaimana Anda dapat menghasilkan bokeh yang bagus?

Tantangan terbesar untuk menghasilkan bokeh yang lembut dalam bidikan Anda adalah menemukan keseimbangan antara bagian yang tajam dan yang tidak fokus. Hal ini karena penggunaan apertur terluas yang Anda miliki biasanya akan membatasi ruang tajam yang akan Anda dapatkan.

Alpha 7R III | FE 85mm F1.4 GM | 85mm | 1/400sec | F1.4 | ISO 400

Ada juga tantangan terkait pencahayaan dan ruang. Pengambilan gambar dalam ruangan dapat berarti kurangnya cahaya dan ruang, sedangkan pengambilan gambar luar ruangan akan menghadapkan Anda dengan kerumunan, cuaca tidak terduga, pemilihan waktu yang meleset, misalkan pada momen keemasan (golden hour).

Rahasianya adalah...DOF

Dikenal juga dengan sebutan “kedalaman bidang”. Makin dangkal DOF, makin lebar area yang tidak fokus pada foto Anda. Sebaliknya, DOF yang lebih sempit akan membuat lebih banyak bagian gambar yang fokus dan mengurangi area yang kurang fokus.

Alpha 7R III | FE 24-70mm F2.8 GM | 27mm | 1/1250sec | F2.8 | ISO 80

Pada dasarnya, makin jauh jarak antara subjek dan latar belakang, makin buram latar belakangnya. Ditambah lagi, makin dekat jarak Anda dengan subjek, makin DOF Anda, yang berarti akan menghasilkan latar yang lebih halus.

Untuk menciptakan latar yang dinamis, coba gunakan sorotan di belakang subjek agar makin menonjol.

Saat mencoba menghasilkan gambar yang terlihat alami, pertimbangkan faktor-faktor berikut:
- Atur apertur Anda ke F-stop terkecil
- Fokuskan lebih dekat ke subjek Anda kemudian ke latar
- Gunakan lensa cepat (2.8 atau lebih besar, 1.9, 1.8)
- Pencahayaan situasional

Kiat lainnya, pilih lensa yang tepat

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa beberapa gambar memiliki sorotan halus berbentuk segi lima yang tidak fokus, sementara gambar lain memiliki sorotan yang lebih bulat? Semua itu berkat lensa Anda.

Bokeh dihasilkan oleh lensa kamera, bukan kamera Anda. Berbagai lensa memiliki jumlah bilah apertur yang berbeda. Makin banyak bilah yang ada pada lensa, makin bulat bokeh yang dihasilkan. Anda mungkin lebih suka salah satunya, tergantung selera Anda. Umumnya, lensa potret dan telefoto dengan apertur besar akan menghasilkan bokeh yang lebih indah dipandang dibandingkan lensa zoom kit.

Memilih lensa dengan bokeh lebar memberi Anda kebebasan untuk bermain dengan DOF dan bokeh. Sony G Master dilengkapi berbagai macam lensa dengan bokeh yang sangat lebar termasuk SEL24F14GM, SEL135F18GM dan banyak lagi. Pilihan favorit saya pribadi jatuh pada SEL85F14GM dan SEL70200GM.

Alpha 7R III | FE 85mm F1.4 GM | 85mm | 1/2500sec | F2.8 | ISO 500

Pada bukaan terlebarnya, SEL85F14GM adalah lensa tetap yang sempurna untuk foto potret. Lensa ini memiliki bukaan hingga F1.4, sehingga saya bisa menghasilkan bokeh dan ketajaman yang menakjubkan. Lensa ini juga dilengkapi apertur 11 bilah melingkar yang mampu menciptakan sorotan lembut dan melingkar sehingga memudahkan saya mengabadikan foto-foto luar biasa.

Alpha 7R III | FE 70-200mm F2.8 GM OSS | 198mm | 1/2000sec | F2.8 | ISO 100

Saat melakukan pengambilan gambar luar ruangan di tempat luas dengan latar belakang yang jauh, saya lebih suka menggunakan SEL70200GM dari Sony. Dengan panjang fokus terjauh 200mm pada bukaan F2.8, menciptakan bokeh halus dan kompresi menakjubkan adalah hal yang mudah. Lensa ini juga sangat serbaguna dan memungkinkan Anda untuk melakukan zoom in atau zoom out sesuai kebutuhan.

Tidak ada cara yang paling tepat untuk mengabadikan bokeh

Hal terpenting untuk diingat adalah Anda bersenang-senang saat menciptakan gambar yang ideal. Ada banyak cara dalam menghasilkan bokeh untuk menghidupkan gambar. Jelajahi dan cobalah hal-hal baru serta jangan lupa untuk menikmati prosesnya.

Penafian: Pendapat yang disampaikan dalam tulisan ini adalah pendapat pribadi penulis. Pendapat tersebut tidak mencerminkan pendapat atau pandangan Sony Singapore.

Footnote
  1. Warna asli mungkin berbeda dengan gambar pada layar.
  2. Warna & fitur produk yang ditampilkan mungkin berbeda tergantung model dan negara.
  3. 4K: 3,840 x 2,160 piksel.
  4. Ketersediaan layanan tergantung wilayah. Sebagian atau seluruh bagian perangkat lunak/layanan yang diinstal pada atau dapat diakses melalui produk dapat berubah, dihentikan, dihapus, ditangguhkan, atau diakhiri tanpa pemberitahuan.
  5. Fitur dan spesifikasi dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Article Theme

We would like to request access to your Geolocation to provide you with a customised experience. Please know that you can withdraw your consent at any time via your browser settings.